Kamis, 20 Januari 2011

Hubungan Antropologi Dengan Ilmu Lain

Antropologi dengan ilmu-ilmu bagiannya mempunyai hubungan yang sangat banyak dengan ilmu-ilmu
sosial yang lain. Hubungan ini pada umumnya bersifat timbal-balik. Antropologi memerlukan bantuan
ilmu-ilmu itu, dan sebaliknya ilmu-ilmu social yang lain juga memerlukan antropologi dalam memecahkan masalah yang dikajinya.
1.      Hubungan antropologi dengan sosiologi
Sepintas antropologi dan sosiologi mempunyai banyak persamaan, missalnya saja tentang obyek kajiannya yaitu ilmu yang mempelajari tentang manusia, bedanya sudut pandang yang digunakan. Antropologi lebih ke pendekatan asal-usul manusia dan kebudayaan yang dihasilkan, sedangkan sosiologi lebih mengarah ke hubungan antar manusia dan proses-proses yang timbul dari hubungan tersebut.
Karena banyak kesamaan dari kedua ilmu tersebut, maka tidak jarang apabila para sosiolog banyak meminjam konsep-konsep dan pendekatan-pendekatan antropologi dalam penelitian yang mereka lakukan. Setelah memasuki abad ke-20 pemikiran para antropolog semakin berkembang, obyek kajian mereka juga semakin luas sehingga tidak jarang kajian bidang ilmu sosiologi juga menjadi kajian dalam antropologi.[1] Misalnya saja kajian tentang dampak-dampak dari globalisasi dalam masyarakat.

2.      Hubungan antropologi dengan psikologi
Pada hakikatnya psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia dan proses-proses mentalnya. Dapat dikatakan bahwa psikologi lebih menekankan apad pendekatan internal, yaitu dari daam diri seseorang, sedangkan antropologi lebih menekankan pada aspek eskternalnya, yiatu lingkungan. Kedua unsure ini saling terkait dan tidak dapat dipisahkan dalam membentuk sebuah kebudayaan. Untuk memahami pola-pola kebudayaan dalam masyarakat, seorang antropolog harus memperhatikan interaksi yang terjadi antara kedua unsure tersebut. Sedangkan seorang psikolog juga harus memperhatikan unsure eksternal yang membentuk sifat seseorang.

3.      Hubungan antropologi dengan sejarah
Terkadang latar belakang suatu peristiwa sejarah sulit diketahui hanya dari fakta-fakta yang ada di lapangan. Kosep-konsep tentang kehidupan masyarakat yang terjadi saat peristiwa sejarah berlangsung, yang dikaji melalui pendekatan antropologi akan memberi pengertian banyak bagi seorang sejarahwan untuk mengetahui latar belakang peristiwa tersebut. Selain itu banyak peristiwa sejarah yang dapat dipecahkan melalui pendekatan antropologi. Misalnya saja dalam mengkaji sistem kepercayaan, Folklore dan sejarah local dalam suatu masyarakat.[2]
Antropolog juga sangat memerlukan sejarah, terutama untuk menganalisa tentang kebudayaan suatu suku bangsa. Seorang antropolog terkadang menggunakan metode-metode sejarah untuk merekontruksi sejarah dari rangkaian permasalahan yang timbul dalam kebudayaan. Misalnya saja untuk menganalisa sebuah masyarakat yang mengalami pengaruh dari kebudayaan luar. Seorang antropolog harus mengetahui asal dari pengaruh tersebut dan bagaiaman proses masuknya kebudayaan asing tersebut.

4.      Hubungan antropologi dengan geografi
Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang bumi beserta isinya. Isi dari bumi itu sendiri adalah flora, fauna, manusia dan bentang alam yang ada dipermukaan bumi. Melihat obyek kajian dari geografi yang juga menyebut manusia, maka tidak bisa dipungkiri lagi kalau geografi memerlukan antropologi dalam kajiannya. Penyebabnya karena antropologi mempelajari tentang berbagai warna manusia, baik dari segi suku bangsa, etnis, maupun ras. Sebaliknya, antropologi juga memerlukan geografi untuk memepelajari tentang bentang alam. Karena salah satu yang mempengaruhi kebudayaan manusia adalah keadaan lingkungan fisik tempat mereka hidup.[3]

5.      Hubungan antropologi dengan ekonomi
Kekuatan, proses dan hokum-hukum ekonomi yang beralku dalam aktivitas ekonomi masyarakat sangat dipengaruhi oleh keadaan masyarakatnya. Seorang ahli ekonomi yang akan membangun perekonomian di suatu Negara tentu memerlukan bahan komparatif mengenai berbagai unsure kemasyarakatan dalam Negara tersebut. Untuk mengumpulkan keterangan tersebut ilmu antropologi sangat dibutuhkan oleh seorang ekonom. Perubahan dalam bidang ekonomi sendiri mempunyai andil yang sangat besar dalam perubahan kebudayaan masyarakatnya. Semakin maju perekonomian suatu masyarakat, maka kebudayaannya pun ikut berubah. Terkadang untuk menganalisa perubahan kebudayaan dalam masyarakat, antropolog juga memerlukan pendekatan ekonomi.

6.      Hubungan antara antropologi dengan ilmu politik
Seorang politikus dalam meneliti maupun menganalisa suatu sistem politik maupun kekuatan politik dari suatu Negara tentusaja memperhatikan sistem pemerintahan, kekuatan-kekuatan politik dan masalah latar belakang budaya dari kekuatan politik tersebut. Adapun yang menyangkut latar belakang kekuatan politik yaitu prinsip ideology, sistem norma, adat istiadat dan tradisi dari semua kalangan yang menyusun kekuatan politik tersebut. Agar dapet memahami latar belakang penyusun kekuatan politik tersebut, diperlukan metode analisa antropologi.
Seorang antropolog dalam mempelajari suatu masyarakat atau suatu suku pati juga akan menghadapi tentang konsep kekuasaan yang terdapat dalam suku tersebut. Dalam menganalisa fenomena tersebut sudah tentu mereka memerlukan bantuan dari ilmu politik.

7.      Hubungan antropologi dengan ilmu hukum adat
Antropologi digunakan oleh banyak ahli hokum, terutama hokum adat untuk melakukan penelitian tentang hokum adat yang berlaku di beberapa tempat. Anttropologi penting digunakan karena hokum adat bukan merupakan hokum yang tertulis seperti KUHP atau Undang-Undang, melainkan hokum yang timbul dan hidup langsung dalam masyarakat.
Antropologi juga memerlukan bantuan dari ilmu hokum karrena setiap masyarakt pasti mempunyai hokum yang digunakan dalam pengendalian social. Hokum yang berlaku dalam masyarakat banyak sedikit turut mempengaruhi kebudayaan yang terjadi dalam masyarakat tersebut. Untuk itu seorang antropolog harus mempunyai pengetahuan umum tentang konsep-konsep hokum pada umumnya.

8.      Hubungan antara ilmu administrasi dengan antropologi
Ilmu admisnistrasi pada umumnya akan mempelajari hal-hal yang hampir sama dengan masalah-masalah yang dikaji dalam ilmu ekonomi. Misalnya saja tentang agraria yang dibahas dalam administrasi, masalah ini dapat dikaji dengan penelitian berdasarkan metode-metode antropologi.[4]

9.      Hubungan antara linguistic dengan antropologi
Linguistic merupakan ilmu yang mempelajari tentang bahasa. Antropologi dari fase awalnya adalah mengumpulkan berbagai kebudayaan dari muka bumi, termasuk bahasa yang beragam yang digunakan oleh masyarakat yang ada di bumi. Linguistic merupakan kajian dalam antropologi selain etnografi. Untuk bisa meneliti suatu masyarakat terlebih dahulu kita harus memahami bahsa yang berlaku dan mereka gunakan sehari-hari

Selain dengan ilmu social antropologi juga berhubungan dengan ilmu-ilmu lain. Mengingat kajian dari ilmu antropologi bukan hanya antropologi sosial tetapi juga antropologi fisik dan antropologi budaya.
1.      Hubungan antara geologi dengan antropologi
Bantuan ilmu geologi yang memeplajari tentang cirri-ciri lapisan bumi serta peubahan-perubahannya sangat dibutuhkan oleh paleo-antropologi untuk menetapkan umur relative dari fosil dan artefak-ratefak kebudayaan manusia zaman dulu untuk merekontruksi kebudayaan mereka saat itu. Untuk menggolongkan umur benda akan lebih mudah bila menggunakan pendekatan geologi sehingga dapat dilakukan pengelompokan sebelum menganalisa lebih lanjut.
2.      Hubungan antara antropologi dengan ilmu pleontologi
Paleontology merupakan ilmu yang meneliti fosil makhluk hidup dari zaman dahulu kala untuk membuat suatu rekonstruksi tentang proses evolusi bentuk-bentuk makhluk dari dahulu kala samapi sekarang. Dalam menentukan umur dari fosil maupun artefak yang ditemukan dapat dilakukan dengan pendekatan peleo-antropologi.
3.      Hubungan ilmu anatomi dengan antropologi
Seorang antropolog fisik sanagt memerlukan ilmu anatomi untuk menganalisa cirri-ciri dari berbagi ras manusia yang ada di bumi ini. Ras manusia dapat dibedakan berdasar cirri-ciri fisik yang melekat pada mereka. Persamaan cirri-ciri organ tubuh dapat digunakan untuk mengelompokan ras-ras dan mengetahui hubungan antar ras tersebut.
4.      Hubungan antropologi dengan ilmu kesehatan masyarakat
Data mengenai konsepsi dan sikap penduduk desa tentang kesehatan, sakit, dukun, obat-obatan tradisonal, pantangan makanan dan kebiasaan berobat, yang semuanya dikaji oleh ilmu antropologi pola kehidupan masyarakat dapat digunakan oleh para pamong kesehatan masyarakat untuk memahami karakter masyarakat dimana mereka bertugas. Dengan memahami karakter masyarakatnya, diharapkan mereka bisa lebih mudah dalam membuat kebijakan dan melakukan tindakan.
5.      Hubungan arkeologi dengan antropologi
Arkeologi adalah ilmu yang digunakan untuk meneliti peninggalan-peninggalan kebudyaan awal manusia. Arkeologi memusatkam diri pada dua hal penting yaitu memantapkan tahapan-tahapan perkembangan kebudayaan dan memahami sebab perubahan-perubahan tertentu yang terjadi, kapan, dan dimana itu terjadi. Mereka tidak hanya merekontruksi cara hidup dan adat istiadat dari apa yang mereka temukan tetapi juga perubahan kebudayaan.[1] Ini menunjukan bahwa antropologi berkaitan erat dengan arkeologi karena sama-sama merekontruksi tentang kebudayaan manusia.






[1] Ibid, Hlm.187
[2] Kuntowijoyo, Pengantar Ilmu sejarah, (Bentang Pustaka Yogyakarta 2005 –cetakan kelima). Hlm.120
[3] Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi, (Rineka Cipta Jakarta 1990), Hlm.36
[4] Koentjaraningrat, Metode-Metode Penelitian Masyarakat, (Gramedia Pustaka Utama Jakarta 1990), Hlm.400