Senin, 28 Maret 2011

Desentralisasi dan Sentralisasi

1.      Apa yang dimaksud dengan system pemerintahan Disentralisasi?
Jawab:
Suatu sarana untuk mencapai penyelenggaraan kepentingan-kepentingan setempat, dengan cara yang tepat dan cermat.
2.      Bagaimana peran para bupati yang diangkat dari kalangan pribumi?
Jawab:
Pada masa kerajaan peran bupati yang diangkat dari kalangan pribumi memiliki kekuasaan otonom dalam menjalankan pemerintahan. Sejak kedatangan Belanda, bupati tidak lagi memiliki kekuasaan otonom lagi, akan tetapi selalu mendapat pengawasan dari pemerintah pusat. Perubahan birokrasi pemerintahan tersebut mendorong belanda untukn mengadakan perubahan hak pemakaian tanah rakyat.
3.      Apakah tujuan pokok disentralisasi?
Jawab:
Untuk membuka kemungkinan diadakannya daerah-daerah yang mempunyai pemerintahan sendiri.
4.      Sebutkan kebijakan yang diterapkan pemerintah Hindia Belanda yang diterapkan terhadap Indonesia!
Jawab:
o   Kuota pajak dan sumbangan paksa
o   System pajak bumi
o   System tanam paksa
o   Tanah
o   Tenaga Kerja

5.      Sebutkan keuntungan-keuntungan Setralisasi!
Jawab:
o   Bahwa sentralisasi menjadi alas dari kesatuan politik dan persekutuan atau dari masyarakat
o   Sentralisasi dapat merupakan sarana untuk mencegah kemungkinan timbulnya keinginan-keinginan dari bagian-bagian Negara untuk melepaskan diri dan dapat memperkuat rasa kesatuan.
o   Sentralisasi mempercepat persamaan dalam perundang-undangan pemerintahan dan pengadilan.
o   Sentralisasi lebih mengutarakan kepentingan-kepentingan, diatas kepentingan dari bagian-bagian.
6.      Bagaimana cara mengatasi kekuasaan wakil Ratu Belanda yang sangat luas?
Jawab:
Yaitu dengan membentuk gewestelijk raden, yaitu suatu dewan dimana warga Eropa dapat berbicara untuk  menyuarakan isi hatinya.
7.      Jelaskan struktur administrasi Pemerintahan Kolonial Belanda di Indonesia!
Jawab:
o   Di Provinsi: Gubernur Jendral
o   Kabupaten: Gubernur
o   Sub Kabupaten: Residen
o   Asisten Residen mengawasi Patih dan bupati
o   Pengawas mengawasi Wedana da Asisten Wedana
8.      Bagaimana nasib bupati pada masa disentralisasi setelah kedatangan Belanda?
Jawab:
Sejak kedatangan Belanda bupati tidak lagi memiliki kekuasaan yang otonom, akan tetapi selalu mendapat control dari pengawas yang ditunjuk oleh pemerintah pusat.
9.      Pada masa Deandels dan Raffles di daerah mana sajakah, tanah yag boleh diperjual belikan oleh pemerintah Belanda?
Jawab:
Bogor, Priangan, Banten, Karawang, Cirebon, Semarang, dan ujung Jawa Timur.
10.  Apakah para pekerja yang bekerja pada pemerintahan Kolonial Hindia Belanda, hanya orang pribumi saja?
Jawab:
Masa Kolonial Hindia Belanda para pekerja yang bekerja sebagian besar dari  kalangan pribumi, namun ada juga yang bukan pribumi dan bekerja di bagian birokrasinya.