Kamis, 31 Maret 2011

Pariwisata Zaman Romawi

Kegiatan wisat baik yang bersifat pragmatis maupun yang bersifat rekreatif sudah dilakukan sejak zaman Romawi (200SM sampai abad ke-5M).
Perjalanan dilakukan oleh pejabat kerajaan untuk melakukan perjalanan dinas ke wilayah-wilayah jajahan untuk kepentingan administtrasi.
Sarana, prasarana, dan fasilitas yang dibangun oleh orang-orang romawi begitu baik sehingga perjalanan dapat dilakukan daam waktu yang relative singkat dan cukup santai. Sarana wisata zaman romawi yaitu:
{ Kondisi jalan yang sudah cukup baik, sepanjang jalan raya dibangun pos-pos untuk menukar kuda yang sudah lelah berlari.
{ Dalam pos-pos dibangun tempat beristirahat (hospice) bagi penumpang dan pengendara kuda
{ Hospice (di Roma) terdiri dari sebuah kuil untuk ibadah, sarana akomodasi, termasuk restoran, kandang kuda, dan gudang untuk menyimpan bahan bakar dan bahan makanan.
{ Beberapa hospice  dibangun dengan cukup mewah, disertai dengan kamar-kamar yang dilengkapi dengan pipa-pipa untuk menyalurkan uap atau udara panas melalui kamar-kamar tidur ruang VIP.
Mula-mula sarana/prasarana dan fasilitas itu digunakan oleh para pehabat kerajaan Romawi untuk keperluan dinas, juga oleh pedagang. Dengan makin meningkatnya perekonomian romawi, masyarakat luas juga ikut memanfaatkannya untuk keperluan rekreasi.
Berbagai sarana akomodasi dan fasilitas lain dibangun makin mewah disepanjang pantai laut tengah dan laut Yunani.
Setelah kerajaan runtuh segala sarana dan prasarana pariwisata mula tidak terawat sehingga banyak yang rusak. Kondisi keamanan juga memburuk. Kegiatan wisata menurun dan hampir terhenti. Kecuali kegiatan ziarah, yang dilakukan oleh orang-orang kaya dengan membayar pengawal-pengawal yang tangguh.
ð  Julius Caesar pernah melakukan perjalanan dari daerah Rhone (Jerman sekarang) ke Roma dalam waktu 8hari.
ð  Kaisar Tiberius pernah melakukan perjalanan sejauh 200Mil dari Tichinum ke Drunus dalam waktu 24jam.